Teori Pendidikan Teori Perkembangan Sosial Kognitif Lev Vygotsky

Pendidikan kepada zaman ini memegang kiprah yang sentral dalam hayati insan. Karena beserta pendidikan, dalam hal ini pendidikan formal, sanggup membantu seseorang buat beserta gampang memperoleh pengetahuan yang logis & sistematis. Dengan melihat betapa krusial & sentralnya pendidikan dalam rangka mendidik anak-anak bangsa, maka perlulah buat menyambut beserta penuh penghargaan bagi mereka yang sudah memfokuskan perhatian kepada dalamnya. Perlu juga buat mengusahakan metode pendidikan yang didasarkan  & efektif bagi pengembangan kognitif anak.


Psikologi pendidikan ialah sebuah cabang dalam psikologi secara awam. Psikologi pendidikan menyampaikan landasan bahwa celoteh pendidikan/education atau dari bahasa Latin, educere memiliki makna membantu buat menyebarkan, memajukan, & atau menumbuhkan. Dalam mata kuliah psikolog pendidikan, dijabarkan dasar mengenai makalah yang berjudul Teori Pendidikan: Teori Perkembangan Sosial Kognitif Vygotsky (1896-1934) ini. Masalah primer yang akan dibahas dalam makalah ini ialah melihat atau melakukan sebuah kajian mengenai Teori Perkembangan Sosial Kognitif Vygotsky dicermati beserta kacamata psikologi pendidikan. Sehingga nantinya akan ditemukan hubungan antara keduanya. Tujuannya ialah buat mencoba bercermin & menyampaikan masukan secara mutlak dalam menangani pendidikan anak.

Terdapat beberapa pendekatan yang tidak sama buat mengungkapkan perkembangan kognitif. Satu kepada antara teori tadi ialah teori konstruksi pemikiran sosial. Konteks sosial juga adalah satu kepada antara sudut pandang dari perkembangan kognitif. Perspektif ini menyatakan bahwa lingkungan sosial & budaya akan menyampaikan imbas terbesar terhadap pembentukan kognisi & pemikiran anak. Teori ini memiliki akibat tertentu kepada global pendidikan. Teori Vygotsky menyatakan bahwa anak belajar secara aktif lebih baik daripada secara pasif. Tokoh-tokohnya antara lain Lev Vygotsky, Albert Bandura, & Michael Tomasello. Teori perkembangan kognitif Vygotsky kerap dijadikan keliru satu bahasan kajian. Alasannya, dia memiliki evaluasi tersendiri yang membedakannya beserta para tokoh yang lain.

Vygotsky sangat disebut seseorang pakar psikologi pendidikan yang memperkenalkan teori sosiobudaya. Teori yang dinyatakan sang Vygotskyini adalah teori campuran antarakognitif beserta sosial. Teorinya ini juga menyatakan bahwa perkembangan kanak-kanak bergantung kepada hubungan kanak-kanak beserta orang terdapat kepada sekitarnya yang menjadi indera penyampaian sesuatu budaya yang membantu mereka membina pandangan mengenai sekelilingnya.

Dalam kajian ini, terdiri dari beberapa utama bagian pembahasan. Pertama, akan dicermati secara menyeluruh mengenai teori perkembangan sosial kognitif Vygotsky. Secara definitif, teori Vygotsky adalah bagian atau cabang dari teori akbar konstruktivisme. Pembahasan teori Vygotsky lebih berpusat kepada argumen bahwa rekanan sosial beserta warga & budayalah yang membuat pengetahuan seseorang.

Kedua, melakukan analisis teori perkembangan sosial kognitif Vygotsky dalam psikologi pendidikan pendidikan. Apakah teori Vygotsky memiliki tendensi atau sejalan beserta teori yang masih terdapat dalam psikologi pendidikan? Akhirnya dalam konklusi nanti bisa diperoleh sebuah teori Vygotsky ternyata sejalan beserta psikologi pendidikan. Artinya dalam teori Vygotsky masih terdapat beberapa hal yang menjadi unsur dalam teori psikologi pendidikan. Misalnya bahwa seseorang pengajar bukanlah seseorang yang mahatahu, melainkan dari obrolan & hubungan keduanya lah yang lebih krusial buat terjadi.

Latar Belakang Teori Lev Vygotsky (1896-1934)

Nama lengkapnya ialah Lev Semyonovich Vygotsky. Ia dilahirkan kepada keliru satu kota Tsarist, Russia, tepatnya kepada kepada 17 November 1896, &  berkuturunan Yahudi. Ia tertarik kepada psikologi ketika berusia 28 tahun. Sebelumnya, dia lebih menyukai global sastra. Awalnya, dia menjadi pengajar sastra kepada sebuah sekolah, namum pihak sekolah juga memintanya buat mengajarkan psikologi. Padahal, dia sama sekali nir pernah mengenyam pendidikan formal kepada fakultas psikologi sebelumnya. Namun, inilah skenario yang membuatnya menjadi tertarik buat menekuni psikologi, hingga akhirnya dia melanjutkan kuliah kepada acara studi psikologi Moscow Institute of Psychology kepada tahun 1925. Judul disertasinya mengenai Psychology of Art.

Lev Vygotsky ialah seseorang psikolog yang berasal dari Rusia & hayati kepada masa revolusi Rusia. Vygotsky dalam menelurkan pemikiran-pemikirannya kepada global psikologi kerap menghadapi rintangan sang pemerintah Rusia ketika itu. Perkembangan pemikirannya meluas setelah dia wafat kepada tahun 1934, dikarenakan menderita penyakit TBC. Vygotsky pun tidak sporadis dihubungkan beserta psikolog Swiss bernama Piaget. Lahir kepada masa yang sama beserta Piaget, seseorang psikolog yang juga memiliki keyakinan bahwa keaktifan anak yang membangun pengetahuan mereka. Vygotsky meninggal dalam usia yang nisbi muda, yaitu waktu masih berusia tigapuluh tujuh tahun.

Vygotsky adalah satu kepada antara tokoh konstruktivis. Konstruktivisme ialah argumen bahwa pengetahuan adalah konstruksi dari seseorang yang mengenal sesuatu. Seseorang yang belajar dipahami menjadi seseorang yang membuat pengertian/pengetahuan secara aktif & monoton

Sumbangan krusial teori Vygotsky ialah fokus kepada hakekatnya pembelajaran sosiokultural. Inti teori Vygotsky ialah menekankan hubungan antara aspek internal & eksternal dari pembelajaran & penekanannya kepada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari hubungan sosial masing-masing individu dalam konsep budaya. Vygotsky juga konfiden bahwa pembelajaran terjadi ketika murid bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas- tugas itu berada dalam zone of proximal development mereka. Zone of proximal development ialah jeda antara taraf perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan duduk perkara secara mandiri & taraf kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan duduk perkara kepada bawah bimbingan orang dewasa atau sahabat sebaya yang lebih sanggup.

Teori Vygotsky yang lain ialah scaffolding. Scaffolding ialah menyampaikan kepada seseorang anak sejumlah akbar donasi selama termin-termin awal pembelajaran & kemudian mengurangi donasi tadi & menyampaikan kesempatan kepada anak buat merogoh alih tanggung jawab yang semakin akbar segera setelah dia sanggup mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan pengajar bisa berupa petunjuk, peringatan, dorongan, & menguraikan duduk perkara ke dalam bentuk lain yang memungkinkan murid bisa mandiri.
Vygotsky menjabarkan akibat primer teori pembelajarannya. Pertama, menghendaki setting kelas kooperatif, menjadi akibatnya murid bisa saling berinteraksi & saling memunculkan taktik-taktik pemecahan duduk perkara yang efektif dalam masing-masing zone of proximal development mereka. Kedua, pendekatan Vygotsky dalam pembelajaran menekankan scaffolding. Jadi teori belajar Vygotsky ialah keliru satu teori belajar sosial menjadi akibatnya sangat didasarkan  beserta contoh pembelajaran kooperatif alasannya adalah dalam contoh pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu hubungan antara murid beserta murid & antara murid beserta pengajar dalam urusan ekonomi menemukan konsep-konsep & pemecahan duduk perkara

Vygotsky poly menekankan peranan orang dewasa & anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir beserta fungsi mental yang nisbi dasar misalnya kemampuan buat memahami global luar & memusatkan perhatian. Namun, anak-anak tidak poly memiliki fungsi mental yang lebih tinggi misalnya ingatan, berpikir & menyelesaikan duduk perkara. Fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi ini dipercaya menjadi indera kebudayaan kawasan individu hayati &  indera-indera itu berasal dari budaya. Alat-indera itu diwariskan kepada anak-anak sang anggota-anggota kebudayaan yang lebih tua  selama pengalaman pembelajaran yang dipandu. Pengalaman beserta orang lain secara berangsur menjadi semakin mendalam & membuat citra batin anak mengenai global. Karena itulah berpikir setiap anak beserta cara yang sama beserta anggota lain dalam kebudayaannya.

Vygotsky menekankan baik level konteks sosial yang bersifat institusional juga level konteks sosial yang bersifat interpersonal. Pada level institusional, sejarah kebudayaan menyediakan organisasi & indera-indera yang memiliki kegunaan bagi aktivitas kognitif melalui institusi misalnya sekolah, inovasi misalnya personal komputer & mengenal alfabet. Interaksi institusional memberi kepada anak suatu kebiasaan-kebiasaan konduite & sosial yang luas buat membimbing hidupnya. Level interpersonal memiliki suatu imbas yang lebih tertentu kepada keberfungsian mental anak. Menurut Vygotsky, keterampilan-keterampilan dalam keberfungsian mental berkembang melalui hubungan sosial tertentu. Informasi mengenai indera-indera, keterampilan-keterampilan & hubungan-hubungan interpersonal kognitif dipancarkan melalui hubungan tertentu beserta insan. Melalui pengorganisasian pengalaman-pengalaman hubungan sosial yang berada kepada dalam suatu latar belakang kebudayaan ini, perkembangan mental anak-anak menjadi matang.

Aliran psikologi yang dipegang sang Vygotsky lebih mengacu kepada kontruktivisme alasannya adalah dia lebih menekankan kepada hakikat pembelajaran sosiokultural.  Dalam analisisnya, perkembangan kognitif seseorang disamping dipengaruhi sang individu sendiri secara aktif, juga dipengaruhi sang lingkungan sosial secara aktif. Oleh karenanya, konsep teori perkembangan kognitif Vygotsky berkutat kepada 3 hal:

Hukum Genetik mengenai Perkembangan (Genetic Law of Development)

Setiap kemampuan seseorang akan tumbuh & berkembang melewati 2 anggaran, yaitu tataran sosial lingkungannya & tataran psikologis yang terdapat kepada dirinya.

Zona Perkembangan Proksimal (Zone of Proximal Development)

Meskipun kepada akhirnya anak-anak akan mengkaji sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari, Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang apabila berinteraksi beserta orang lain. Anak-anak nir akan pernah menyebarkan pemikiran operasional formal tanpa donasi orang lain. Vygotsky membedakan antara actual development & potential development kepada anak. Actual development dipengaruhi apakah seseorang anak bisa melakukan sesuatu tanpa donasi orang dewasa atau pengajar. Sedangkan potensial development membedakan apakah seseorang anak bisa melakukan sesuatu, memecahkan duduk perkara kepada bawah petunjuk orang dewasa atau kerjasama beserta sahabat sebaya.

Menurut teori Vygotsky, Zona Perkembangan Proksimal adalah celah antara actual development & potensial development, kepada mana antara apakah seseorang anak bisa melakukan sesuatu tanpa donasi orang dewasa & apakah seseorang anak bisa melakukan sesuatu beserta arahan orang dewasa atau kerjasama beserta sahabat sebaya.

Maksud dari ZPD ialah menitikberatkan kepada hubungan sosial bisa memudahkan perkembangan anak. Ketika murid mengerjakan pekerjaanya kepada sekolah sendiri, perkembangan mereka kemungkinan akan berjalan lambat. Untuk memaksimalkan perkembangan, murid seharusnya bekerja beserta sahabat yang lebih terampil yang bisa memimpin secara sistematis dalam memecahkan duduk perkara yang lebih kompleks. Melalui perubahan yang berturut-turut dalam berbicara & bersikap, murid mendiskusikan pengertian barunya beserta temannya kemudian mencocokkan & mendalami kemudian menggunakannya. Sebuah konsekuensi kepada proses ini ialah bahwa murid belajar buat pengaturan sendiri (self-regulation). 

Mediasi

Mediator yang diperankan lewat pertanda juga lambang ialah kunci primer memahami proses-proses sosial & psikologis. Makanya, apabila dikaji lebih mendalam teori perkembangan kognitif Vygotsky akan ditemukan 2 jenis mediasi, yaitu metakognitif & mediasi kognitif. Media metakognitif ialah penggunaan indera-indera semiotic yang bertujuan buat melakukan self regulation (pengaturan diri) yang meliputi self planning, self monitoring, self checking, & self evaluation. Media ini berkembang dalam komunikasi antar pribadi. Sedangkan media kognitif ialah penggunaan indera-indera kognitif buat memecahkan duduk perkara yang berafiliasi beserta pengetahuan tertentu. Sehingga media ini bisa berafiliasi beserta konsep impulsif (yang mungkin keliru) & konsep ilmiah (yang lebih terjamin kebenarannya).

Inti Teori Vygotsky

Vygotsky lebih menekankan kepada kiprah aspek sosial dalam pengembangan intelektual atau kognitif anak. Vygotsky memandang bahwa kognitif anak berkembang melalui hubungan sosial. Anak mengalami hubungan beserta orang yang lebih memahami.

Secara singkat, teori perkembangan sosial beropini bahwa hubungan sosial beserta budaya mendahului. Maksudnya dari rekanan beserta budaya membuat seseorang anak mengalami pencerahan & perkembangan kognisi. Jadi kepada dasarnya Vygotsky memusatkan perhatiannya kepada hubungan dialektik antara individu & warga dalam pembentukan pengetahuan. Pengetahuan terbentuk menjadi output dari hubungan sosial & budaya seseorang anak.
Pengetahuan tadi terbagi menjadi 2 bentuk, yaitu pengetahuan impulsif & pengetahuan ilmiah. Pengetahuan impulsif memiliki sifat sekitar teridentifikasi secara terang, nir logis, & sistematis. Sedangkan pengetahuan ilmiah sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal & sifatnya lebih luas, logis, & sistematis. Kemudian proses belajar ialah sebuah perkembangan dari pengertian impulsif menuju pengertian yang lebih ilmiah.

Pengetahuan ilmiah terbentuk dari sebuah proses rekanan anak beserta lingkungan sekitarnya. Hal ini bergantung kepada seberapa akbar kemampuan anak dalam menangkap contoh yang lebih ilmiah. Dalam proses ini bahasa memegang peranan yang sangat krusial. Bahasa menjadi indera berkomunikasi yang membantu anak dalam berkata pemikirannya beserta orang lain. Dengan demikian dibutuhkan sebuah penyatuan antara pemikiran & bahasa.
Seorang anak dalam masa pembelajarannya, idealnya wajib sanggup memvisulisasikan apa yang menjadi pemikirannya dalam bahasa. Ketika hal tadi sudah sanggup terwujud itu berarti dia juga sudah sanggup menginternalisasikan pembicaraan mereka yang egosentris dalam bentuk berbicara-sendiri. Menurut Vygotsky seseorang anak yang sanggup melakukan pembicaraan pribadi lebih berpeluang buat lebih baik dalam hubungan sosial. Karena pembicaraan pribadi ialah sebuah langkah awal bagi seseorang anak buat lebih sanggup berkomunikasi secara sosial. Bahasa ialah sebuah bentuk awal yang berbasis sosial. Pandangan Vygotsky ini berkonfrontasi beserta Piaget yang lebih menekankan kepada dialog anak yang bersifat egosentris.
Unsur yang perlu buat dibahas lebih lanjut ialah mengenai kebudayaan & warga. Seperti sudah dikatakan kepada awal klarifikasi tadi, dalam teori Vygotsky, kebudayaan ialah penentu primer perkembangan individu. Kebudayaan sendiri terdiri dari beberapa bentuk, misalnya bahasa, kepercayaan, mata pencaharian, & lainnya.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa dalam teori Vygotsky masih terdapat 3 klaim akbar. Pertama, bahwa kemampuan kognitif seseorang anak bisa diketahui hanya apabila dianalisis & ditafsirkan. Kedua, kemampuan kognitif diperoleh beserta donasi celoteh, bahasa, & bentuk dialog, sebuah bentuk indera dalam psikologi yang membantu seseorang buat mentransformasi aktivitas mental. Vygotsky berargumen bahwa semenjak mini seseorang anak mulai memakai bahasa buat merencanakan setiap aktivitasnya & mengatasi masalahnya. Ketiga, kemampuan kognitif berasal dari hubungan-hubungan sosial ditempelkan kepada latar belakang sosiokultural.

The More Knowledgeable Other (MKO)

Istilah ini apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi orang lain yang lebih memahami. MKO mengacu kepada siapa saja yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari pelajar, dalam hal ini termasuk pengajar, sahabat sebaya, atau bahkan personal komputer.

Seorang pelajar perlu berinteraksi beserta orang yang memiliki pengetahun lebih dari dirinya. Karena hal tadi akan lebih menyampaikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan sosial kognitif pelajar tadi. Sekali lagi, bagi Vygotsky faktor hubungan sosial beserta sesuatu yang lebih kompeten kepada luar diri menjadi kunci perkembangan kognitif anak.

Perkembangan Bahasa

Bagi Vygotsky bahasa berkembang dari hubungan sosial beserta orang lain. Awalnya, satu-satunya fungsi bahasa ialah komunikasi. Bahasa & pemikiran berkembang sendiri, namun selanjutnya anak mendalami bahasa & belajar menggunakannya menjadi indera buat membantu memecahkan duduk perkara. Dalam termin praoperasional, waktu anak belajar memakai bahasa buat menyelesaikan duduk perkara, mereka berbicara lantang sembari menyelesaikan duduk perkara. Sebaliknya, begitu menginjak termin operasional nyata, dialog batiniah nir terdengar lagi.

Konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme kepada pendidikan berusaha merubah pendidikan dari penguasaan pengajar menjadi pemusatan kepada murid. Peranan pengajar ialah membantu murid menyebarkan pengertian baru. Siswa diajarkan bagaimana mengasimilasi pengalaman, pengetahuan, & pengertiannya & kesiapan mereka buat memahami dari pembentukan pengertian baru ini. Pada bagian ini, bisa dicermati permulaan sirkulasi konstruktivisme, peranan pengalaman murid dalam belajar, & cara mengasimilasi pengertiannya.

Konstruktivisme ialah suatu teori belajar yang memiliki suatu panduan dalam filosofi & antropologi sebaik psikologi. Pedoman filosofi kepada teori ini ditemukan kepada abad ke-lima SM. Metode baru ini yang mengkontribusi secara akbar-besaran buat memajukan aspek pemecahan duduk perkara sirkulasi konstruktivisme. Penyelidikan atau pengalaman fisik, pengalaman pendidikan ialah kunci metode konstruktivisme.

Pendukung konstruktivisme percaya bahwa pengalaman melalui lingkungan, kita akan mengikat kabar yang kita peroleh dari pengalaman ini ke dalam pengertian sebelumnya, membuat pengertian baru. Dengan celoteh lain, kepada proses belajar masing-masing pelajar wajib mengkreasikan pengetahuannya. Pada konstruktivis, aktivitas mengajar ialah proses membantu pelajar-pelajar mengkreasikan pengetahuannya. Konstruktivisme percaya bahwa pengetahuan nir hanya aktivitas inovasi yang memungkinkan buat dimengerti, namun pengetahuan adalah cara suatu kabar baru berinteraksi beserta pengertian sebelumnya dari pelajar.

Para konstruktivisme menekankan peranan motivasi pengajar buat membantu murid belajar mengasihi pelajaran. Tidak misalnya behaviourist yang memakai hukuman berupa reward, konstruktivisme percaya bahwa motivasi internal, misalnya kesenangan kepada pelajaran lebih bertenaga daripada reward eksternal.

Konstruktivisme yang memiliki imbas akbar kepada tahun 1930 & yang bekerja menjadi pakar Psikologi Rusia ialah L.S. Vygotsky. Beliau sangat tertarik kepada imbas hubungan murid beserta sahabat sekelas kepada pelajaran. Vygotsky mencatat bahwa hubungan individu beserta orang lain berlangsung kepada situasi sosial. Vygotsky percaya bahwa subjek yang dipelajari berpengaruh kepada proses belajar, & mengakui bahwa tiap-tiap disiplin ilmu memiliki metode pembelajaran tersendiri. Vygotsky ialah seseorang pengajar yang tertarik buat mendesain kurikulum menjadi fasilitas dalam hubungan murid.

Aplikasi & Implikasi Teori dalam Pendidikan

Agar pembahasan mengenai teori Vygotsky tertentu terasa bagi urusan ekonomi pengembangan kognitif, poly urusan ekonomi nyata yang bisa dilakukan dalam mengaplikasikan teori tadi, contohnya:

1. Teori Vygotsky menuntut kepada fokus hubungan antara murid & tugas-tugas belajar. Mengedepankan suatu proses belajar dimana murid lebih berperan aktif. Dengan demikian kiprah pengajar lebih bergeser lebih menjadi fasilitator konstruksi murid.

2. Menggunakan zone of proximal development. Dengan penyesuaian terus menerus.

3. Banyak memakai sahabat sebaya menjadi pengajar. Artinya bahwa memang bukan hanya orang dewasa yang sanggup membantu seseorang anak dalam perkembangan kognitifnya. Karena faktanya memang bahasa sahabat sebaya lebih gampang buat dipahami dalam interaksinya.

Analisis Psikologi Pendidikan

Analisis awal ialah tertentu membandingkan inti teori Vygotsky. Hal pertama yang menjadi sorotan kita ialah mengenai argumen bahwa hubungan sosial & budaya lebih berperan dalam pengembangan kognitif anak. Inti fokus teori Vygotsky ialah bahwa hubungan sosial beserta sesuatu kepada luar dirinya yang membuat kognitif anak berkembang. Dengan demikian, zone proximal development anak semakin semakin tinggi.

Teori Vygotsky mengenai bahasa menjadi indera buat seseorang dalam menyebarkan kognitif mengalami keselarasan beserta pandangan dalam psikologi pendidikan. Dalam filsafat pendidikan pun beranggapan bahwa insan membutuhkan pendidikan buat bertahan. Manusia membutuhkan bahasa buat sanggup mendapatkan pengetahuan atau dia mengkaji bahasa yang berfungsi menjadi indera transformasi pengetahuan tadi. Lebih dalam bahwa proses transfer ilmu sanggup terjadi beserta memakai bahasa menjadi sarananya.

Kemudian dalam teori Vygotsky masih terdapat juga beberapa unsur yang menjadi agen perubahan. Artinya seseorang anak perlu menerima bimbingan dari orang lain yang memiliki pengetahuan yang lebih dari dirinya. Proses pendampingan secara dialektika membantu menaikkan perkembangan kognitif anak. Pengetahuan anak yang awalnya masih dalam bentuk impulsif, berubah menjadi semakin tertata, sistematis & logis.

Teori Vygotsky kepada atas juga mengalami keselarasan beserta teori dalam psikologi pendidikan. Dalam psikologi pendidikan kita bisa menemukan beberapa konsep mengenai agen-agen perubahan buat membantu anak menyebarkan kognitifnya. Agen-agen perubahan dalam psikologi pendidikan ialah keluarga & negara. Agen-agen perubahan seolah-olah menjadi tombak dalam urusan ekonomi menyebarkan kognitif atau intelektual. Peran mereka sangat sentral dalam membantu anak memasak pengetahuan impulsif mereka menjadi pengetahuan yang lebih tertata, sistematis, & logis.

Kesimpulan

Pada kepada dasarnya bisa disimpulkan bahwa dalam teori Vygotsky mengandung poly unsur psikologi pendidikan, khususnya utama bahasan pendidikan & budaya. Aika dalam teori Vygotsky anak perlu berinteraksi beserta budaya. Maka dalam filsafat pendidikan pun bisa kita temukan bahwa bahasa, menjadi output budaya juga menjadi sangat sentral bagi berkembangnya kognitif. Bahasa menjadi indera transfer ilmu. Beberapa konsep dalam psikologi pendidikan juga selaras beserta teori pengembangan kognitif Vygotsky. Psikologi pendidikan sudah menyampaikan landasan filosofis bagi teori-teori pengembangan intelektual.

Daftar Pustaka

Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Kencana.

https://www.scribd.com/doc/35776081/teori-vygotsky

(Diakses kepada 19 Februari 2011, pukul 18.06 WIB)

https://netsains.com/2009/02/pembelajaran-lanjutan-beserta-teori-konstruktivis/

(Diakses kepada 20 Februari 2011, pukul 15.37 WIB)

https://www.learning-theories.com/vygotskys-social-learning-theory.html

(Diakses kepada 22 Februari 2011, pukul 17.47 WIB)

0 Response to "Teori Pendidikan Teori Perkembangan Sosial Kognitif Lev Vygotsky"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel