Perpres Pendidikan Karakter sudah kepada tangan Mensesneg

Perpres Pendidikan Karakter sudah di tangan Mensesneg

Menteri Pendidikan Dasar & Menengah & Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter telah berada di tangan Menteri Sekretaris Negara.

BERITA TERKAIT
Resmikan lab tenaga surya, Mendikbud harap lahir periset energi terbarukan
Mendikbud sidak ke sejumlah sekolah di wilayah tertinggal Indonesia
Kemendikbud akui salah cetak buku IPS yang sebut Yerusalem ibu kota Israel

Peraturan Presiden Pendidikan Karakter itu adalah penyempurnaan dari Peraturan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Nomor Nomor 23 Tahun 2017, yang mengubah jadwal sekolah sebagai lima hari seminggu & delapan jam per hari.

"Sudah di tangan Mensesneg. Sudah clear," ungkap Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/7).

Menurut Muhadjir, dalam Perpres tersebut tak poly yang berubah dari Permendikbud yang mengatur sekolah sebagai lima hari & delapan jam belajar per hari. Dia menjelaskan, terkait jam belajar sebagai delapan jam sejatinya bukan ditujukan kepada anak.

Namun, dia menjelaskan, Perpres tersebut ditujukan kepada pengajar. Lewat anggaran tersebut, para pengajar akan sama beserta Aparatur Sipil Negara yaitu mempunyai delapan jam kerja.

"Itu kan sebenarnya delapan jam bukan untuk anak, tapi beban pengajar, beban kerja pengajar. Beban kerja pengajar akan kami geser jadi misalnya beban kerja ASN pada biasanya yaitu delapan jam lima hari," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan penguatan pendidikan karakter adalah tindaklanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Nomor Nomor 23 Tahun 2017, yang mengubah jadwal sekolah sebagai lima hari seminggu & delapan jam per hari.

Namun, Lukman menjelaskan, dampak adanya pro & kontra terkait anggaran tersebut, maka nantinya sekolah tak harus menerapkan sekolah lima hari seminggu & delapan jam per hari. Terpenting, setiap sekolah harus fokus dalam penguatan pendidikan karakter.

"Kata kuncinya fleksibilitas dalam penguatan pendidikan karakter ini bagi yang dimungkinkan lima hari silakan lima hari tapi bagi yang enam hari maupun tentu sebab pertimbangan situasi & kondisi berbeda. Jadi poinnya bukan di lima atau enam hari dalam seminggu tapi bagaimana penguatan karakter itu," ungkap Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/7).

Lukman menjelaskan Permendikbud itu nantinya akan diperkuat & dirubah sebagai Peraturan Presiden (Perpres) & akan diterbitkan dalam waktu dekat. Menko PMK Puan Maharani akan sebagai leading sector terkait anggaran penguatan pendidikan karakter ini.

Sebelum menerbitkan Perpres, Lukman menjelaskan pemerintah akan meminta masukan dari sejumlah pihak terkait anggaran ini sehingga kedepannya tak lagi timbul pro & kontra.

"Sehingga harapannya semua dapat terwadahi dalam rancangan Perpres tersebut," ujarnya.

Politikus PPP ini mengakui anggaran yang semula yang dikenal beserta sebutan 'Full Day School' mendapatkan penolakan yang keras khususnya dari pihak Pondok Pesantren & Madrasayah Diniyah. Oleh sebab itu, pemerintah lebih mengedepankan tentang penguatan pendidikan karakter ketimbang mengedepankan tentang sekolah lima hari seminggu & delapan jam belajar per hari.

"Oleh sebab itu yang lebih dikedepankan penguatan pendidikan karakternya. Masalah implikasinya nanti harapannya dapat fleksibel," ujarnya. [noe]

0 Response to "Perpres Pendidikan Karakter sudah kepada tangan Mensesneg"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel