Pendidikan Pro Kreativitas

Pendidikan Pro Kreativitas

Menarik sesekali Pak Presiden Jokowi memunculkan gagasan pendidikan berkurikulum kekinian. Hal ini menampakan adanya pemikiran progresif terhadap kurikulum pendidikan yg terdapat di Indonesia saat ini. Kurikulum yg terdapat perlu dirancang agar lebih sinkron beserta kebutuhan saat ini bahkan untuk menjawab tantangan masa depan. 

Indonesia yg porsi pendapatan nasional bruto sektor jasa cukup akbar & cenderung naik, menampakan bahwa industri jasa akan mempunyai prospek cerah di masa yg akan tiba. Indonesia dikatakan melompat menurut sektor tradisional ke jasa tanpa melewat fase industri terlalu lama. Sekali lagi ini perlu dijawab beserta kurikulum pendidikan yg sempurna. 

Meskipun aku bukan pakar dalam hal pendidikan akan tetapi sebagai orang tua, mengamati langsung apa yg terjadi saat ini. Dan tentu saja sebagai pelaku langsung waktu menjadi pelajar beberapa tahun yg lalu. Walaupun mungkin sudah sanggup dikatakan jadul alias jaman dulu. Kekunoan. Bukan kekinian. 

Kebetulan sebagai orang tua yg mempunyai anak menekuni bidang IT, terang sekali bahwa untuk mendapatkan mata kuliah yg berbau kreativitas, contohnya creative gaming, terpaksa harus merogoh kuliah di negara lain. Hal ini menampakan bahwa memang supply pendidikan kreatif masih sangat jarang di Indonesia. Walaupun aku dengar di beberapa universitas sudah mulai dibuka jurusan kreatif mirip itu, akan tetapi di sebagian akbar universitas lain masih jarang. Bahkan mungkin di pendidikan dasar & menengah pun hampir sanggup dikatakan kurikulum hanya berbasis hafalan & kepintaran menjawab soal. 

Sekali lagi, ini mungkin pengamatan secara generik. Tapi adalah sebuah wake up call agar semua orang di Indonesia mulai membuka ruang kreativitas terutama bagi anak kita yg sedang tumbuh. 

Sebagai orang yg ikut mencoba menyampaikan sumbangsih di bidang pendidikan, aku sangat tidak senang jikalau menyampaikan ujian menjawab soal pilihan berganda. Hanya menggiring orang berfikir sahih & galat. Padahal di ilmu sosial tidak terdapat yg sempurna. Saya lebih senang menyampaikan kesempatan kepada para anak didik untuk melakukan eksplorasi terhadap keilmuan yg terdapat. Dituangkan dalam goresan pena & beserta akuntabilitas sumber yg sanggup dipertanggungjawabkan. Koreksi paper jauh lebih sulit daripada pilihan berganda. Disitulah dituntut asesor yg pula paham poly hal, sebagai akibatnya sanggup menilai beserta baik. 

Di pekerjaan pun demikian. Dengan memakai prinsip bahwa insan bukan robot, sepertinya sudah tidak jaman lagi kita mendikte anak butir. Standar Operating Procedure memang menjadi kitab putih untuk pekerjaan tertentu. Tapi poly pekerjaan lain yg pula menyampaikan ruang tumbuhnya kreativitas. 

Bahkan di beberapa sistem manajemen, selalu dilakukan penyempurnaan terhadap metode kerja yg terdapat. Karyawan yg mempunyai teknik baru untuk menuntaskan kasus dalam waktu yg lebih singkat & porto lebih sedikit akan diberikan imbalan menurut perusahaan. Karena terang perusahaan itu akan memperoleh manfaat finansial di masa yg akan tiba. 

Dunia perjuangan pula mempunyai kesamaan yg sama. Inovasi sanggup memotong contoh perjuangan yg selama ini kita ketahui. Dan tidak heran pula kalau para pemain industri kreatif di Indonesia itu kebanyakan para lulusan luar negeri yg balik  berkarya di Indonesia dan mengembangkan pasar di Indonesia. Selain memang kematangan pasar berbeda, beserta membawa perjuangan contoh yg pernah sukses di negara lain, hal lain nya artinya sekali lagi menampakan bahwa pendidikan kreativitas di luar negeri lebih maju daripada di Indonesia. 

Kreativitas itu tumbuh mirip pohon. Perlu adanya tanah & zat hara yg menunjang pertumbuhan. Tentu saja perlu ditanam terlebih dahulu. Bibit kreativitas nya ditumbuhkan & dirawat dalam sebuah ekosistem tertentu. Ekosistem yg menunjang & bukan membunuh kreativitas. 

Saya sangat bangga waktu terdapat mitra yg cerita di sekolah dasar anaknya, pekerjaan tempat tinggal yg diberikan oleh gurunya artinya tentang penemuan & kreativitas. Alhamdulillah kalau para pendidik kita sudah sadar arti vital kreativitas & ditanamkan sejak dini. Mari menjadi bagian menurut para inovator & implementor beserta membangun ekosistem yg ramah terhadap berkembangnya kreativitas. Benih itu disemai melalui pendidikan. (Try)

0 Response to "Pendidikan Pro Kreativitas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel