Pejuang Pendidikan kepada Tanah Orang

Pejuang Pendidikan kepada Tanah Orang

KOMPAS.com - Sri Hartati, perempuan paruh baya yg bekerja menjadi pengajar Taman Kanak-Kanak (TK)  melepas putranya buat berkarya kepada negeri jiran. Tak hanya Sri, orangtua lain pun tampak mendampingi putra-putrinya yg siap bertugas ke Malaysia menjadi pengajar.

Sri konfiden putranya, Reza Setiawan bisa menjalankan tugas negara buat mengajar anak-anak TKI kepada tanah orang. Ia & suaminya, Sodikin, menitip pesan agar Reza nir menyerah dalam menghadapi aneka tantangan kepada tempat bertugas.

Saya doakan semoga Reza betah & menjalankan tugas bareng baik, ungkapnya.

Reza yg ialah sarjana kependidikan itu pernah mengikuti acara Sarjana Mendidik kepada Daerah Terdepan, Terluar, & Tertinggal (SM3T) kepada Nusa Tenggara Timur selama setahun. Insya Allah, Reza akan betah kepada sana, ucapnya usai acara pengukuhan dan divestasi pengajar ke Malaysia termin delapan kepada Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Senin (7/8/2017).

Sodikin sangat mendukung pilihan Reza buat mengajar anak-anak TKI. Meski dukungan itu artinya beliau wajib berpisah menurut putranya.

Insya Allah akan diberi jalan terbaik. Dia sendiri yg mengarah, jadi biarlah beliau mencari pengalaman. Mumpung masih belia, istilah laki-laki menurut Cirebon , Jawa Barat,  yg berprofesi menjadi kontraktor.

Guru yg ditugaskan mengajar anak-anak TKI kepada Malaysia

Berada kepada ruang yg sama, Oke Mulyani, seseorang Ibu menurut Subang, Jawa Barat mengantar anaknya, Sri Hartati yg juga akan bertugas mengajar anak-anak TKI kepada Malaysia.

Sebagai orang tua, Saya mengharapkan anak aku akan sabar menjalani pekerjaan kepada sana, istilah perempuan yg berprofesi menjadi pengajar Sekolah Luar Biasa Subang tadi.

Kebetulan, anaknya, Sri Hartati juga merogoh jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Yang terpenting ketika ini, semoga anak aku bisa menjalankan tugas dalam lindungan Allah ungkapnya.

Setelah dilaksanakan pertama kali kepada 2006, pengiriman pengajar ke Malaysia sekarang sudah memasuki termin ke-8. Pada termin ini, Direktorat Jenderal Guru & Tenaga Kependidikan (GTK), Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud), mengirim 83 pengajar yg disebar ke aneka macam lokasi kepada Malaysia.

Medan tugas

Sesampai kepada Malaysia, acara serah terima pengajar berlangsung Selasa malam (8/8/2017) kepada  Hotel Grand Borneo kepada Kinabalu.

Para pengajar mengenakan seragam lengkap, berjas hitam, & sebagian berpeci hitam. Dalam acara tadi, para pengajar diserahterimakan sang Kemendikbud RI kepada para Kepala Perwakilan Indonesia kepada lokasi tugas masing-masing pengajar.  

Sebagian akbar pengajar yaitu 73 orang bertugas kepada Negeri Bagian Sabah, Sarawak sembilan  orang, & Johor Bahru satu orang.

Acara serah terima dihadiri Konsulat Jenderal (Konjen) RI buat Sabah & WP Labuan, Konjen RI Kuching, Konjen RI Johor Bahru, Konsul RI Tawau, wakil menurut NGO Humana, wakil menurut Kepolisian PDRM Malaysia, wakil menurut Jabatan Pendidikan Malaysia, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kasubdit PK-PLK & SILN yg mewakili Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Nike Kusumahani mengapreasiasi aneka macam pihak yg mendukung proses pengiriman pengajar termin  delapan tadi.

KOMPAS.com/SUKOCO ketua wartawan Nunukan Rusman. Bersimpati bareng anak TKI yg kejar Jokowi, sejumlah wartawan kepada Nunukan berikan bingkisan kepada Ratih.

Terima kasih yg sebesar-banyaknya kepada Perwakilan RI Kota Kinabalu yg menjadi tuan tempat tinggal acara penerimaan pengajar yg tiba menurut Jakarta, buat menyukseskan pendidikan anak bangsa kepada Malaysia, ucapnya.

Pada malam itu juga dilaksanakan penandatanganan gosip acara serah terima pengajar termin delapan yg dilakukan sang perwakilan Kemendikbud, KJRI Kota Kinabalu, KJRI Kuching Sarawak, KJRI Johor Bahru & KJRI Tawau.

Para malam itu, para murid Indonesia yg bersekolah kepada Malaysia menampilkan sebuah tari tradisional menurut Jawa Barat.

Hari selanjutnya (9/8/2017), para pengajar didampingi pembimbing berangkat menuju lokasi tugas.

Guru-pengajar yg menuju Miri, Sarawak dengan pesawat yg dilanjutkan bepergian darat ke medan tugas.  Sedangkan, para pengajar yg bertugas kepada Sandakan & Tawau menumpang bus menuju sekolah masing-masing.

Sebagian akbar pengajar akan mengajar kepada sekolah-sekolah  yg berada kepada ladang kelapa sawit & karet, lokasi kepada mana para orang tua anak didik tengah mencari nafkah.

Berdasar data Kemendikbud per Agustus 2017, jumlah pengajar Indonesia yg sedang bertugas kepada Malaysia sebesar 321 orang. Adapun jumlah anak didik kepada Malaysia yg sudah tertampung sebesar 26.435 anak yg beredar kepada 360 forum pendidikan.

0 Response to "Pejuang Pendidikan kepada Tanah Orang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel