MODALITAS BELAJAR VISUAL DAN BELAJAR AUDIO

Modalitas belajar visual dapat dideteksi dari kebiasaan (habbit) anak ketika belajar, antara lain: 

  1. lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar, 
  2. mudah mengingat dengan asosiasi visual; 
  3. pembaca yang cepat dan tekun, memiliki hobi membaca; 
  4. lebih suka membaca sendiri dari pada dibacakan; 
  5. biasa berbicara dengan cepat, karena dia tidak merasa perlu mendengarkan esensi pembicaraannya; 
  6. mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal, kecuali jika dituliskan, dan sering minta bantuan orang lain untuk mengulangi instruksi verbal tersebut; 
  7. sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain; 
  8. pengeja yang baik, kata demi kata; 
  9. sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat, ya atau tidak, sudah atau belum;
  10. mempunyai kebiasaan rapi dan teratur, karena itu yang akan dilihat orang; 
  11. mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi; 
  12. memiliki kemampuan dalam perencanaan dan pengaturan jangka panjang yang baik; 
  13. teliti terhadap rincian, hal-hal kecil yang harus dilakukan; 
  14. biasanya tidak terganggu oleh suara ribut; 
  15. lebih suka melakukan demonstrasi dari pada berpidato; 
  16. membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek, terbiasa melakukan check and recheck sebelum membuat simpulan; 
  17. lebih menyukai seni visual dari pada seni musik; r) suka mencorat-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau pada saat melakukan rapat. 

Modalitas belajar audio dapat dideteksi dari kebiasaan anak ketika belajar, antara lain adalah: 

  1. belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihatnya; 
  2. berbicara kepada diri sendiri saat belajar dan bekerja; 
  3. senang membaca dengan keras dan mendengarkannya; 
  4. berbicara dengan irama terpola; 
  5. biasanya jadi pembicara yang fasih; 
  6. menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku saat membaca;
  7. suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar;
  8. lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya; 
  9. merasa kesulitan dalam menulis tetapi hebat dalam bercerita; 
  10. dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara; 
  11. mudah terganggu oleh keributan, dia akan sukar berkonsentrasi; 
  12. mempunyai masalah dengan pekerjaan yang melibatkan visualisasi;
  13. lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik;
  14. lebih menyukai musik daripada seni lukis atau seni dengan hasil tiga dimensi. 
Sumber : belajar dan pembelajaran_teori konsep dasar ( Prof.Dr.Suryono, M.Pd, Drs.Hariyanto, Ms. : 2015 : 151-152 )

0 Response to "MODALITAS BELAJAR VISUAL DAN BELAJAR AUDIO"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel