MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PENDIDIKAN INDONESIA

Model Pembelajaran Berbasis Proyak

2. Inquiry 

Inquiry merupakan model pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berpikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memahami konsep dan memecahkan masalah. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam, tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum, yaitu Question, Student Engangement, Cooperative Interaction, Performance Evaluation, dan Variety of Resources (Carton, 2005).


Question. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan 

oleh siswa. Selanjutnya, guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. Untuk menjawab pertanyaan ini sesuai dengan Taxonomy Bloom siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi, sintesis, dan analisis. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks, melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. 

Student Engangement. Dalam metode inquiry, keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan, sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Sigma tidak secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isi atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku, tetapi dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. 

Cooperatiie Interaction. Siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok, dan mendiskusikan berbagai gagasan, Dalam hal ini, siswa bukan sedang berkompetisi. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk, dan mungkin saja semua jawaban benar. 

Performance Evaluation. Dalam menjawab permasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi, grafik, poster, karangan, dan lainlain. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. 

Variety of Resources. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar, misalnya buku teks, website, televisi, video, poster, wawancara dengan ahli, dan lain sebagainya. 
Langkah-langkah pembelajaran model Inquiry : 
  1. Merumuskan masalah.
  2. Mengamati atau melakukan observasi lapangan. Membaca buku atau sumber lain untuk mendapatkan informasi pendukung. Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak banyaknya dari sumber atau objek yang diamati.
  3. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel dan karya lainnya. 
  4. Mengomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audien lainnya. 
Karya siswa disampaikan kepada teman sekelas atau kepada orang banyak untuk mendapatkan masukan. Bertanya jawab dengan teman. Memunculkan ide-ide baru. 

Melakukan refleksi. Menempelkan gambar, karya tulis, peta, dan sejenisnya di dinding sekolah, majalah dinding, majalah sekolah, dan sebagainva

Sumber : Pembelajaran Kontekstual ( konsep dan aplikasi ) ( Dr. kokom komalasari, M.Pd.

0 Response to "MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PENDIDIKAN INDONESIA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel