Skip to main content

Masalah Akses Pemerataan Kesempatan dalam Memperoleh Pendidikan dalam Negara Kita

Masalah Akses Pemerataan Kesempatan dalam Memperoleh Pendidikan kepada Negara Kita

Momentum Hari Pendidikan Nasional selalu menjadi sebuah peringatan akan pentingnya pendidikan bagi sebuah bangsa. Peringatan ini jua menjadi perenungan dengan wacana kualitas pendidikan kepada negara kita, Indonesia. Lalu, bagaimana syarat pendidikan Indonesia dikala ini?

Pendidikan menjadi keliru satu sarana pembentuk karakter bangsa, maka sekolah artinya lokasi krusial dimana para "Nation Builders" Indonesia diperlukan bisa berjuang membawa negara bersaing kepada kancah mayapada. Seiring dengan derasnya tantangan mayapada, tantangan mayapada pendidikan pun menjadi semakin akbar. Namun, mayapada pendidikan kepada Indonesia masih memiliki beberapa resistor yg berkaitan dengan mutu pendidikan antara lain artinya keterbatasan akses kepada pendidikan, jumlah pengajar yg belum merata, & kualitas pengajar itu sendiri dievaluasi masih kurang.

Terbatasnya akses pendidikan kepada Indonesia, terlebih lagi kepada daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi buat mendapatkan akses ilmu yg lebih baik kepada perkotaan. Sehingga secara nir eksklusif, warga Indonesia didorong buat melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas kepada daerah. Oleh karenanya akses pendidikan wajib dibuka seluas-luasnya buat seluruh warga dengan penyediaan fasilitas yg mendukung acara tadi. "Kalau sekolah hanya kepada ibukota kecamatan, maka yg jauh kan jadi nggak bisa sekolah," tandas pak anis baswedan.

Keadian dalam memperoleh pendidikan pun perlu ditingkatkan, misalnya halnya kepada seleksi masuk PT seharus memakai kriteria keadilan, obyektivitas & keadilan dengan lebih mengutamakan kalangan miskin, akan tetapi memiliki kapasitas & kemampuan. Kuota jalur undangan harusnya hanya lima %, karena ini adalah cerminan dari kandidat mahasiswa terbaik, berbakat, & istimewa dalam hampir seluruh populasi dalam kurva normal, 85 % buat bersaing secara adil & meritokratis melalui seleksi tertulis sang forum independen, & 10 % peserta didik buat jalur mandiri yg mencerminkan persentasi homogen-homogen orang kaya dalam seluruh populasi. Dalam kuota 85 % ini, wajib timbul kuota kebijakan afirmatif buat daerah-daerah spesifik menjadi akibatnya peningkatan kualitas asal daya insan ini bisa ditingkatkan.

Perguruan tinggi kita nir akan bermutu bila sistem seleksi kita masih memberi ruang bagi aneka macam bentuk ketidakjujuran, nir logis, & nir adil. Universitas seharusnya mendorong tegaknya integritas moral pendidik, menjadi model dipraktikkannya penalaran yg jernih & logis, & menjadi asal pandangan baru bagi usaha keadilan bagi mereka yg miskin & tersingkirkan.

Pemasalahan keterbatasan mengakses pendidikan bagi orang miskin adalah problem berfokus yg belum selesai hingga akhir 2015. Keterbatasan akses itu nir hanya kepada taraf dasar, akan tetapi jua kepada jenjang yg lebih tinggi. Data Badan Pusat Statistik & Pusat Data Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (2015) menjelaskan timbul 4,9 juta anak yg nir tercakup pendidikan. Mereka tercerabut dari pendidikan karena kemiskinan, tinggal kepada daerah yg secara geografis sulit, atau terpaksa bekerja.

Selain itu, jikalau melihat data Angka Partisipasi Murni (APM) sinkron provinsi kepada 2014, akan terlihat betapa anak-anak yg tinggal kepada provinsi kepada Indonesia Timur tertinggal dari sahabat-sahabat mereka kepada belahan barat Indonesia. Contohnya APM SMP/ MTs sederajat kepada Papua Barat 63,31%, Gorontalo 70,61%. Bandingkan dengan APM kepada jenjang pendidikan serupa yg tertinggi kepada DKI Jakarta, 95,55%, Yogyakarta 92,01%.

Orang miskin kepada Indonesia, dari data BPS, belum mengalami penurunan yg signi kan. Data modern BPS (2014) masih menemukan 28,55 juta penduduk Indonesia masuk kategori miskin. Orang miskin dalam konteks tertentu, seakan terus dipelihara. Mereka adalah komuditas jualan yg laku bagi elite politik negeri ini. Orang miskin begitu diagung-agungkan, entah dalam pemilu legislatif, pilpres, pemilihan bupati/wali kota, juga pemilihan lurah. Kan akan tetapi, waktu sang kandidat sudah berhasil meraih kursi kekuasaan, & proses politik berakhir, orang miskin pergi kepada penderitaan mereka.

Pembatasan yg muaranya kepada pembodohan bagi orang miskin wajib diakhiri. Selain membuka akses seluas-luasnya bagi orang miskin, istilah Malik Fadjar (2008), komersialisasi pendidikan wajib segera dihapus dari Indonesia. Alihalih mencerdaskan anak didik, komersialisasi, lanjut Malik Fadjar, hanya akan menghilangkan roh pengajaran.

Ketika pendidikan sudah didapat dengan cara mahal melalui komersialisasiakan terbangun karakter mengejar materi agar kapital pergi. Sementara itu, dilema wacana hakikat insan, kepandaian & humanisasi nir dilakukan secara afektif, akan tetapi sekadar kognitif. Sudah saatnya pemerataan akses pendidikan dibuka seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa.

Pemerataan pendidikan mencakup paling nir kepada persamaan kesempatan, aksesbilitas, & keadilan atau kewajaran. Persamaan kesempatan mengandung maksud setiap anak bangsa memiliki peluang yg sama mengakses pendidikan sebagaimana diatur dalam UU No dua /1989; UUD Pasal 30/1945. Aksesbilitas menyampaikan kesempatan seluruh anak bangsa mengarah akses pendidikan yg sama, kepada seluruh jenis, jenjang, & jalur pendidikan. Mereka yg berasal dari desa memiliki akses pendidikan yg sama dengan yg tinggal kepada perkotaan.

Strategi pemerataan pendidikan dalam arti pemerataan kesempatan buat memperoleh pendidikan adalah solusi sempurna agar orang miskin bisa sekolah. Pemerataan pendidikan jua memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa, seiring jua dengan berkembangnya demokratisasi pendidikan dengan slogan education for all (Agus Wibowo, 2012).

Sinergitas pendataan kepada daerah absolut wajib dilakukan, misalnya dinas sosial, dinas kesehatan, & dinas pendidikan & kebudayan. Sementara itu, DPRD bisa melakukan supervisi atas implementasi pendataan, juga validitas data yg didapatkan. Dengan demikian, kehadiran DPRD bisa dirasakan warga, bukan hanya memanfaatkannya waktu hajatan demokrasi lima tahun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat & Menghibur Lainnya

Mewujudkan Akses Pendidikan yg Meluas, Merata, & Berkeadilan
Masalah Pelecehan, Seharusnya Laki-Laki Juga Diberi Pendidikan Lebih
Belajar Menjadi Terpelajar!
Tahukah Enda? Membaca Membuat Semakin Bodoh
Masih Banyak Kekurangan Dalam Dunia Pendidikan Kita, Ayok Saling Bantu!

Comments

Popular posts from this blog

PENDIDIKAN INDONESIA, TUJUAN DAN UNSUR BELAJAR

Unsur-unsur belajar adalah faktor-faktor yang menjadi indikator keberlangsungan proses belajar. Setiap ahli pendidikan sesuai dengan aliran teori belajar yang dianutnya memberikan aksentuasi sendiri tentang hal-hal apa yang penting dipahami dan dilakukan agar belajar benar-benar belajar. Cronbach sebagai penganut aliIan 
behaviorisme (1954:49-50) menyatakan dalam Sukmadinata (2004:157) adanya tujuh unsur utama dalam proses belajar, yang meliputi: 
Tujuan. Belajar dimulai karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini muncul karena adanya sesuatu kebutuhan. Perbuatan belajar atau pengalaman belajar akan efektif bila diarahkan kepada tujuan yang jelas dan bermakna bagi individu. 
Kesiapan. Agar mampu melaksanakan perbuatan belajar dengan baik, anak perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik, psikis, maupun kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan pengalaman belajar.

Situasi. Kegiatan belajar berlangsung dalam situasi belajar. Adapun yang …

Fungsi dan Manfaat Penilaian Autentik

Pengertian Penilaian Autentik
Terdapat dua istilah lain yang erat kaitannya dengan pengertian penilaian, yakni pengukuran dan evaluasi. Ketiga istilah tersebut sering kali dipergunakan secara bertukar pakai, sehingga penggunaannya sering menimbulkan kekacauan pengertian. Pengukuran adalah proses menerapkan alat ukur terhadap sesuatu objek, bisa barang ataupun gejala menurut aturan-aturan tertentu. Pengukuran (measurement)  dalam pendidikan menggunakan alat ukur berupa tes ataupun nontes.  Pengertian dan Karakteristik Penilaian Autentik Penilaian Autentik merupakan salah satu pilar dalam pembelajaran kontekstual. Johnson (2002:165) mengemukakan bahwa penilaian autentik memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar mengajar, penilaian autentik adalah suatu penilaian belajar yang merujuk pada situasi atau konteks "dunia nyata", yang memerlukan berbagai macam pendekatan untuk memecahkan masalah yang memberikan kemungkinan …

FUNGSI DAN BAGIAN BAGIAN LAMBUNG

Bagian Lambung merupakan salah satu bagian dalam sistem pencernaan manusia. Di dalam lambung, makanan yang masuk akan dicerna menjadi bentuk bubur dan sebagian kecil akan diserap di lambung. Lambung manusia dapat menampung sekitar 1,5 liter makanan. Bentuk lambung menyerupai seperti kantong dan memiliki dinding yang tebal. Lambung dapat mengembang dan mengempis, tergantung pada ada atau tidaknya makanan yang masuk. 

Berikut adalah beberapa bagian-bagian lambung :  Kardiak – Kardiak adalah tempat pertama dari lambung, letaknya berada di bawah setelah kerongkongan. Tempat ini adalah tempat pertama masuknya makanan setelah dari kerongkongan. Kardiak merupakan bagian atas dari lambung. Fundus – Fundus merupakan bagian tengah dari lambung. Pada bagian ini makanan akan tersimpan selama kurang lebih 1 stick. Di dalam fundus, gas-gas akan terakumulasi ketika expositions pencernaan kimia terjadi di dalam lambung. Korpus – Korpus merupakan wilayah pusat dari organ lambung. Di bagian korpuslah ex…