Skip to main content

Karena Pendidikan Saja Tak Cukup Untuk Mengurus Anak

Karena Pendidikan Saja Tak Cukup Untuk Mengurus Anak

Konon katanya, pendidikan adalah hal krusial dalam hayati ini, meningkat pendidikan semakin poly pula wawasan dan pemahaman yang kita miliki tentang global ini. Hal tersebut memang betul adanya. Namun andai istilah kita tinjau lebih dalam lagi, bermodal pendidikan saja nir cukup dalam aktivitas mengurus anak.

Dalam sebuah famili, meningkat pendidikan orang tua maka (katanya) akan bisa mendidik anaknya beserta baik & betul. Namun andai istilah ditelusuri lebih dalam lagi pendidikan tinggi yang dimiliki sang orang tua belum bisa mengklaim seorang anak memiliki masa depan yang cerah.

Terdapat beberapa faktor lain yang pula menghipnotis masa depan seorang anak. Faktor-faktor tersebut dapat tiba dari luar juga dari dalam anak itu sendiri. Lingkungan disebut-sebut menjadi faktor yang krusial bagi tumbuh kembang seorang anak. Lingkungan yang positif akan menyampaikan implikasi positif pula kepada sang anak. Sebaliknya andai istilah lingkungan yang negatif cenderung akan membawa sang anak terjerumus kepada hal yang negatif pula.

Pendidikan memang perlu, tapi keharmonisan tempat tinggal tangga pula krusial.

Kita boleh saja mengenyam pendidikan dengan tinggi tingginya untuk mendapatkan sebuah kedudukan, tetapi dalam hal berkeluarga apalagi mengurus anak nir dapat hanya mengandalkan pendidikan akademik saja. Keluarga adalah lingkungan terdekat dari si anak. Segala sesuatu yang dialaminya pertama kali paripurna berada kepada dalam lingkungan famili. Hubungan yang serasi dan terbuka antara ayah, bunda, & anak menjadi prioritas kepada sini.

Tidak afdol rasanya andai istilah orang tua memiliki pendidikan yang tinggi tetapi dalam kesehariannya selalu masih muncul pertengkaran & suasana yang nir nyaman dalam famili tersebut. Maka dari itu untuk terciptanya famili yang serasi, orang tua pula wajib memiliki kecerdasan emosional yang baik. Kecerdasan emosial yang dimaksud adalah membangun suatu korelasi yang baik antara orang tua beserta anak. Hubungan tersebut dapat tercipta jikalau dalam sebuah famili masih muncul anggaran & pula pembagian peran yang kentara.

Dalam sebuah famili perlu adanya anggaran famili (family rules) yang menentukan cara seseorang berinteraksi satu sama lain dalam famili. Aturan tersebut dapat dalam bentuk yang konkrit/mulut atau dapat pula tak berbentuk menjadi konvensi yang nir terkatakan tetapi dijalakan dalam famili. Aturan tersebut dapat ditanamkan kepada anak sejak mungil, agar dalam perkembangan si anak bisa mengimplementasikan anggaran tersebut menjadi akibatnya akan tercipta suasana yang serasi dalam suatu famili.

Jangan terlalu ambisius, sang anak pula punya hasrat.

Setiap orang tua paripurna menginginkan anaknya menjadi orang sukses kepada masa depan, tetapi bukan berarti orang tua boleh memaksakan anaknya menjadi mirip apa yang mereka inginkan. Sering kita lihat orang tua mendidik & mengarahkan anaknya menjadi apa yang mereka (orang tua) mau, bukan menjadi apa yang anak mereka mau. Bukan bermaksud menggurui, tapi tindakan mirip itu kentara salah.

Bika seorang anak memiliki hasrat, masih muncul baiknya orang tua mendengarkan & membimbing sang anak bukan malah memaksakan kehendak sendiri. Percayalah, anak pula ingin hayati suka, mereka pula ingin pendapatnya dihargai, bukan dipatahkan semangatnya melalui penolakan atas dasar keinginan orang tua. Sederhananya, apakah kalian (para orang tua) ingin melihat anak kalian hayati dalam kebahagiaan semu hanya demi memenuhi hasrat ambisius kalian? Bika nir, berhenti menjadi orang tua ambisius dari kini.

Saat menjadi bunda ubahlah mindsetmu.

Saat kau masih menjadi seorang gadis kau dapat saja ingin mencari karir yang berdasarkan beserta keinginanmu, kau masih bebas untuk menunjuk pekerjaan yang sekiranya cocok beserta minatmu. Namun ketika kau sudah berkeluarga, tolong ubah sedikit mindsetmu. Bukan bermaksud menggurui, tapi dari saya tertentu buruk rasanya andai istilah hanya memikirkan karir & materi semata ad interim kau memiliki anak yang wajib kau rawat.

Saat kau berstatus menjadi seorang bunda hendaknya curahkanlah perhatianmu ke anakmu. Ikhlaskan pendapatanmu & abaikan suamimu melaksanakan kewajibannya untuk mencari nafkah.

Sekali lagi saya tekankan bahwa saya nir melarang kalian calon calon bunda untuk bekerja, kalian boleh bekerja tapi jangan lupakan kewajiban kalian untuk mengasuh anak. Kecuali kalian ingin menyumbangkan anak kalian kepada pembantu tempat tinggal kalian ya absah absah saja kalau beliau dirawat sang pembantu.

*****

Well, mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan terkait beserta perkara tempat tinggal tangga & famili. Jujur saja ini adalah tulisan terberat yang pernah saya tulis, selain lantaran belum menikah, saya pula dipaksa untuk berimajinasi tinggi dalam menulis tulisan ini.

Yah, kepada dasarnya hayati ini wajib seimbang, kalian dapat saja menjadi orang hebat dalam global pendidikan, tapi kalian belum tentu dapat menjadi orang tua yang baik untuk anak anak kalian.

Semua kembali ke mental. Jangan buru buru ingin berkeluarga hanya lantaran poly pertanyaan kapan?" yang menerpa kalian. Karena menikah bukan tentang seberapa bagus foto preweddingnya tapi seberapa bertenaga keharmonisan famili itu permanen terjaga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat & Menghibur Lainnya

Belajar Menjadi Terpelajar!
Surat Cinta untuk Adik-Adik Kelas Dua Belas yang Akan Melepas Masa Putih Abu-Abu
Pentingnya Orang Tua Dalam Pendidikan Anak
Kupas Tuntas Alur Mengurus Akta Kelahiran Anak. Calon Mama Papa, Jangan Malas Baca Ya!
Karena Cantik Saja Tak Cukup, 7 Putri Sulamit Ini Mengajarkan Kamu Untuk Berarti Lewat Hati

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi dan Manfaat Penilaian Autentik

Pengertian Penilaian Autentik
Terdapat dua istilah lain yang erat kaitannya dengan pengertian penilaian, yakni pengukuran dan evaluasi. Ketiga istilah tersebut sering kali dipergunakan secara bertukar pakai, sehingga penggunaannya sering menimbulkan kekacauan pengertian. Pengukuran adalah proses menerapkan alat ukur terhadap sesuatu objek, bisa barang ataupun gejala menurut aturan-aturan tertentu. Pengukuran (measurement)  dalam pendidikan menggunakan alat ukur berupa tes ataupun nontes.  Pengertian dan Karakteristik Penilaian Autentik Penilaian Autentik merupakan salah satu pilar dalam pembelajaran kontekstual. Johnson (2002:165) mengemukakan bahwa penilaian autentik memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar mengajar, penilaian autentik adalah suatu penilaian belajar yang merujuk pada situasi atau konteks "dunia nyata", yang memerlukan berbagai macam pendekatan untuk memecahkan masalah yang memberikan kemungkinan …

PENDIDIKAN INDONESIA, TUJUAN DAN UNSUR BELAJAR

Unsur-unsur belajar adalah faktor-faktor yang menjadi indikator keberlangsungan proses belajar. Setiap ahli pendidikan sesuai dengan aliran teori belajar yang dianutnya memberikan aksentuasi sendiri tentang hal-hal apa yang penting dipahami dan dilakukan agar belajar benar-benar belajar. Cronbach sebagai penganut aliIan 
behaviorisme (1954:49-50) menyatakan dalam Sukmadinata (2004:157) adanya tujuh unsur utama dalam proses belajar, yang meliputi: 
Tujuan. Belajar dimulai karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini muncul karena adanya sesuatu kebutuhan. Perbuatan belajar atau pengalaman belajar akan efektif bila diarahkan kepada tujuan yang jelas dan bermakna bagi individu. 
Kesiapan. Agar mampu melaksanakan perbuatan belajar dengan baik, anak perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik, psikis, maupun kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan pengalaman belajar.

Situasi. Kegiatan belajar berlangsung dalam situasi belajar. Adapun yang …

FUNGSI DAN BAGIAN BAGIAN LAMBUNG

Bagian Lambung merupakan salah satu bagian dalam sistem pencernaan manusia. Di dalam lambung, makanan yang masuk akan dicerna menjadi bentuk bubur dan sebagian kecil akan diserap di lambung. Lambung manusia dapat menampung sekitar 1,5 liter makanan. Bentuk lambung menyerupai seperti kantong dan memiliki dinding yang tebal. Lambung dapat mengembang dan mengempis, tergantung pada ada atau tidaknya makanan yang masuk. 

Berikut adalah beberapa bagian-bagian lambung :  Kardiak – Kardiak adalah tempat pertama dari lambung, letaknya berada di bawah setelah kerongkongan. Tempat ini adalah tempat pertama masuknya makanan setelah dari kerongkongan. Kardiak merupakan bagian atas dari lambung. Fundus – Fundus merupakan bagian tengah dari lambung. Pada bagian ini makanan akan tersimpan selama kurang lebih 1 stick. Di dalam fundus, gas-gas akan terakumulasi ketika expositions pencernaan kimia terjadi di dalam lambung. Korpus – Korpus merupakan wilayah pusat dari organ lambung. Di bagian korpuslah ex…