Skip to main content

Guru Sebagai Teladan - Pendidikan Indonesia

Guru adalah model mental yang hidup bagi siswa. Kita ingat pemeo guru, sebagai digugu lan ditiru (ditaati dan ditiru), guru adalah uswah hasanah (teladan yang baik). Sandangan ini memang cukup berat bagi guru, tetapi tak terelakkan, apalagi pada tingkat pendidikan dasar. Bagi anak TK dan SD guru merupakan segala-galanya. Alhasil seringkali siswa-siswa pemula (novice leamer) tersebut memandang apa saja yang dikatakan gurunya sebagai yang benar, peran guru yaitu sentral, sehingga sekali guru membuat kesalahan, kesalahan semacam ini akan lama dikenang siswa. 

Kualitas dan kekuatan dari teladan seorang guru berkaitan erat dengan karakter dan efektivitas guru. Makan efektif seorang guru maka makin tinggi pula potensi dan kekuatannya sebgai teladan. Kualitas semacam ini akan membuatnya terampil di dalam pembelajaran, sehingga mampu memberi imajinasi, kegahirahan, makna bagi pembelajaran dan pada gilirannya memberikan catu energi kepada guru sebagai teladan. Teladan yang efektif akan mampu memberi semangat dan keberanian kepada para siswa untuk belajar.


Agar efektif sebagai teladan, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan oleh guru. 
  1. Sikap dasar, yaitu sikap psikologis guru dalam menyelesaikan masalah yang penting dan berdampak kepada kesuksesan, kegagalan, pembelajaran, kecakapan manusiawi, cinta, kebenaran, hubungan antarinsan dan sebaginya. 
  2. Kecakapan berbicara, termasuk penggunaan intonasi dan pemilihan kata yang tepat. 
  3. Kebiasaan kerja (work habbit), termasuk konsistensinya, kerapian dan kedisiplinannya. 
  4. Siakap terhadap pengalaman dan kesalahan, baik yang dilakukan diri sendiri maupun oleh orang lain. 
  5. Pakaian, menampilkan ciri keperibadian. 
  6. Hubungan antarmanusia, terutama terkait cara menangani emosi. 
  7. Model berpikir (paradigma), terkait dengan cara pikiran bekerja bila menghadapi masalah (problem posing). 
  8. Kebiasaan emosional
  9. Sistem penilaian suka dan tidak suka, terkait dengan pembuatan keputusan dan penilaian yang adil. 
  10. Pertimbangan, keterampilan yang digunakan di dalam menila sebagai jenis situasi. 
  11. Kesehatan
  12. Gaya hidup. Guru yang baik bukan guru yang suka pamer kekayaan, pamer kesuksesan, dan tetkesan konsumeristik.   

Comments

Popular posts from this blog

PENDIDIKAN INDONESIA, TUJUAN DAN UNSUR BELAJAR

Unsur-unsur belajar adalah faktor-faktor yang menjadi indikator keberlangsungan proses belajar. Setiap ahli pendidikan sesuai dengan aliran teori belajar yang dianutnya memberikan aksentuasi sendiri tentang hal-hal apa yang penting dipahami dan dilakukan agar belajar benar-benar belajar. Cronbach sebagai penganut aliIan 
behaviorisme (1954:49-50) menyatakan dalam Sukmadinata (2004:157) adanya tujuh unsur utama dalam proses belajar, yang meliputi: 
Tujuan. Belajar dimulai karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini muncul karena adanya sesuatu kebutuhan. Perbuatan belajar atau pengalaman belajar akan efektif bila diarahkan kepada tujuan yang jelas dan bermakna bagi individu. 
Kesiapan. Agar mampu melaksanakan perbuatan belajar dengan baik, anak perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik, psikis, maupun kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan pengalaman belajar.

Situasi. Kegiatan belajar berlangsung dalam situasi belajar. Adapun yang …

Fungsi dan Manfaat Penilaian Autentik

Pengertian Penilaian Autentik
Terdapat dua istilah lain yang erat kaitannya dengan pengertian penilaian, yakni pengukuran dan evaluasi. Ketiga istilah tersebut sering kali dipergunakan secara bertukar pakai, sehingga penggunaannya sering menimbulkan kekacauan pengertian. Pengukuran adalah proses menerapkan alat ukur terhadap sesuatu objek, bisa barang ataupun gejala menurut aturan-aturan tertentu. Pengukuran (measurement)  dalam pendidikan menggunakan alat ukur berupa tes ataupun nontes.  Pengertian dan Karakteristik Penilaian Autentik Penilaian Autentik merupakan salah satu pilar dalam pembelajaran kontekstual. Johnson (2002:165) mengemukakan bahwa penilaian autentik memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar mengajar, penilaian autentik adalah suatu penilaian belajar yang merujuk pada situasi atau konteks "dunia nyata", yang memerlukan berbagai macam pendekatan untuk memecahkan masalah yang memberikan kemungkinan …

FUNGSI DAN BAGIAN BAGIAN LAMBUNG

Bagian Lambung merupakan salah satu bagian dalam sistem pencernaan manusia. Di dalam lambung, makanan yang masuk akan dicerna menjadi bentuk bubur dan sebagian kecil akan diserap di lambung. Lambung manusia dapat menampung sekitar 1,5 liter makanan. Bentuk lambung menyerupai seperti kantong dan memiliki dinding yang tebal. Lambung dapat mengembang dan mengempis, tergantung pada ada atau tidaknya makanan yang masuk. 

Berikut adalah beberapa bagian-bagian lambung :  Kardiak – Kardiak adalah tempat pertama dari lambung, letaknya berada di bawah setelah kerongkongan. Tempat ini adalah tempat pertama masuknya makanan setelah dari kerongkongan. Kardiak merupakan bagian atas dari lambung. Fundus – Fundus merupakan bagian tengah dari lambung. Pada bagian ini makanan akan tersimpan selama kurang lebih 1 stick. Di dalam fundus, gas-gas akan terakumulasi ketika expositions pencernaan kimia terjadi di dalam lambung. Korpus – Korpus merupakan wilayah pusat dari organ lambung. Di bagian korpuslah ex…