Skip to main content

DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEGAWAI / DP3 TERBARU

DP3 adalah daftar yang berisikan hasil penilaian pegawai selama melaksanakan tugasnya dalam jangka waktu tertentu.


Fungsi DP3 adalah sebagai acuan dan pertimbangan untuk kenaikan pangkat pegawai.

DP3 bersifat rahasia dan harus disimpan dan dipelihara dengan baik. Dan dapat diketahui oleh pegawai yang dinilai, pejabat penilai, atasan pejabat penilai, atasan dari atasan pejabat penilai (sampai yang tertinggi) dan atau pejabat lain yang karena tugas atau jabatannya mengharuskan ia mengetahui DP3.

Seseorang yang memiliki wewenang dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan penilaian terhadap pegawai dalam mengisi DP3 disebut pejabat penilai.

Atasan pejabat penilai adalah atasan langsung dari pejabat penilai.

Syarat dan ketentuan pejabat penilai:
1. Disesuaikan dengan ruang lingkup perusahaan.
2. Memiliki jabatan diatas pegawai yang akan dinilai kinerjanya.
3. Bersikap jujur, adil, dapat menjaga rahasia, dan mampu menilai secara cermat dan objektif.
4. Mengatur dengan jelas bidang pekerjaan yang dijalankan.
5. Pejabat penilai dapat memberikan penilaian apabila ia telah membawahi pegawai yang                        bersangkutan sekurang-kurangnya 6 bulan, kecuali untuk mutasi kepegawaian maka pejabat pejabat    penilai dapat melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan bahan-           baha    yang ditinggalkan oleh pejabat yang lama.

Kewajiban Pejabat Penilai :
1. Memberikan penilaian terhadap pegawai yang berada di bawahnya dalam jangka waktu tertentu.
2. Menangani dan memelihara daftar penilaian pegawai yang telah dicatat sebaik-baiknya.

Hak Pejabat Penilai :
1. Mengetahui seluruh kegiatan pegawai diperusahaan selama menyangkut, berhubungan dengan             pekerjaan dan dalam waktu kerja.
2. Menetapkan dan memberikan alasan atas penilaian
3. Mengatur dan menetapkan kebijakan terhadap pegawai selama dalam batas kewajaran.

Tata cara penilaian DP3 :
1. Pejabat penilai menyampaikan DP3 kepada atasan pejabat penilai dengan ketentuan sebagai                 berikut:

  • Apabila tidak ada keberatan dari pegawai yang dinilai, DP3 tersebut disampaikan tanpa catatan.
  • Apabila ada keberatan dari pegawai yang dinilai, DP3 tersebut disampaikan dengan catatan tentang tanggapan pejabat penilai atas keberatan yang diajukan oleh pegawai yan bersangkutan.
2. Atasan pejabat penilai memeriksa dengan seksama DP3 yang disampaikan kepadanya.
3. Apabila terdapat alasan-alasan yang cukup, atasan pejabat penilai dapat menggandakan nilai yang       tercantum dalam DP3 yang dibuat oleh pejabat penilai
4. Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan huruf dan angka sebagai berikut:

  • Amat baik = 91-100
  • Baik = 76-90
  • Cukup = 61-75
  • Sedang = 51-60
  • Kurang =50 kebawah
5. Setiap unsur penilaian ditentukan dahulu nilainya dalam angka, kemudian baru dalam sebutan             abjad.

Penilaian dilakukan setiap satu tahun sekali mulai dari bulan Januari sampai Desember. Lembar DP3 berlaku untuk 5 tahun.

Unsur penilaian DP3:
1. Kesetiaan (Ketaatan dan pengabdian terhadap perusahaan)
2. Prestasi kerja (prestasi kerja yang dicapai oleh seseorang dalam menjalankan tugas yang di                 bebankan kepadanya)
3. Tanggung jawab (kesanggupan seorang pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan       kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya. Dan berani memikul resiko terhadap       keputusan yang diambilnya dan tindakan yang dilakukannya)
4. Ketaatan (menaati tata tertib perusahaan)
5. Kejujuran (Jujur dalam menjalankan tugas)
6. Kerja sama (mampu bekerja sama dengan orang lain dalam menjalankan tugas)
7. Prakarsa (kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan atau suatu tindakan)
8 Kepemimpinan (kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan         secara maksimal untuk pelaksanaan tugas pokok.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fungsi dan Manfaat Penilaian Autentik

Pengertian Penilaian Autentik
Terdapat dua istilah lain yang erat kaitannya dengan pengertian penilaian, yakni pengukuran dan evaluasi. Ketiga istilah tersebut sering kali dipergunakan secara bertukar pakai, sehingga penggunaannya sering menimbulkan kekacauan pengertian. Pengukuran adalah proses menerapkan alat ukur terhadap sesuatu objek, bisa barang ataupun gejala menurut aturan-aturan tertentu. Pengukuran (measurement)  dalam pendidikan menggunakan alat ukur berupa tes ataupun nontes.  Pengertian dan Karakteristik Penilaian Autentik Penilaian Autentik merupakan salah satu pilar dalam pembelajaran kontekstual. Johnson (2002:165) mengemukakan bahwa penilaian autentik memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar mengajar, penilaian autentik adalah suatu penilaian belajar yang merujuk pada situasi atau konteks "dunia nyata", yang memerlukan berbagai macam pendekatan untuk memecahkan masalah yang memberikan kemungkinan …

PENDIDIKAN INDONESIA, TUJUAN DAN UNSUR BELAJAR

Unsur-unsur belajar adalah faktor-faktor yang menjadi indikator keberlangsungan proses belajar. Setiap ahli pendidikan sesuai dengan aliran teori belajar yang dianutnya memberikan aksentuasi sendiri tentang hal-hal apa yang penting dipahami dan dilakukan agar belajar benar-benar belajar. Cronbach sebagai penganut aliIan 
behaviorisme (1954:49-50) menyatakan dalam Sukmadinata (2004:157) adanya tujuh unsur utama dalam proses belajar, yang meliputi: 
Tujuan. Belajar dimulai karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini muncul karena adanya sesuatu kebutuhan. Perbuatan belajar atau pengalaman belajar akan efektif bila diarahkan kepada tujuan yang jelas dan bermakna bagi individu. 
Kesiapan. Agar mampu melaksanakan perbuatan belajar dengan baik, anak perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik, psikis, maupun kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan pengalaman belajar.

Situasi. Kegiatan belajar berlangsung dalam situasi belajar. Adapun yang …

FUNGSI DAN BAGIAN BAGIAN LAMBUNG

Bagian Lambung merupakan salah satu bagian dalam sistem pencernaan manusia. Di dalam lambung, makanan yang masuk akan dicerna menjadi bentuk bubur dan sebagian kecil akan diserap di lambung. Lambung manusia dapat menampung sekitar 1,5 liter makanan. Bentuk lambung menyerupai seperti kantong dan memiliki dinding yang tebal. Lambung dapat mengembang dan mengempis, tergantung pada ada atau tidaknya makanan yang masuk. 

Berikut adalah beberapa bagian-bagian lambung :  Kardiak – Kardiak adalah tempat pertama dari lambung, letaknya berada di bawah setelah kerongkongan. Tempat ini adalah tempat pertama masuknya makanan setelah dari kerongkongan. Kardiak merupakan bagian atas dari lambung. Fundus – Fundus merupakan bagian tengah dari lambung. Pada bagian ini makanan akan tersimpan selama kurang lebih 1 stick. Di dalam fundus, gas-gas akan terakumulasi ketika expositions pencernaan kimia terjadi di dalam lambung. Korpus – Korpus merupakan wilayah pusat dari organ lambung. Di bagian korpuslah ex…